sabar
Khutbah Jumat
K
KHOIRUL NGIBAD
29 April 2026
4 menit baca
0 views
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَص...
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin sekalian, sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Di hadapan mimbar yang mulia ini, saya mengajak diri saya pribadi dan seluruh jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. Takwa, adalah bekal terbaik yang akan membawa kita meraih kemenangan sejati, keberuntungan hakiki di dunia dan akhirat. Betapa agung seruan-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali 'Imran: 102).
Hari ini, mari kita renungkan sebuah sifat yang sangat dicintai Allah, sebuah kunci pembuka pintu rahmat dan ridha-Nya, sebuah lentera yang menerangi gelapnya ujian hidup. Tema kita hari ini adalah sabar. Ah, sabar! Kata yang begitu ringan di telinga, namun begitu berat untuk diamalkan dalam setiap denyut nadi kehidupan. Sabar, bukanlah berarti pasrah tanpa daya, bukan pula diam membisu dalam ketidakadilan. Sabar adalah kekuatan jiwa yang membimbing kita untuk tetap teguh di jalan kebenaran, bahkan ketika badai kehidupan menerjang tanpa ampun.
Allah Ta'ala berfirman, dan dalam firman-Nya terdapat ketenangan bagi jiwa-jiwa yang merindu.
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153).
Renungkanlah, hadirin sekalian. Di saat duka menyapa, di kala musibah melanda, di tengah perjuangan yang terasa begitu berat, ingatlah… Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dia bersama kita. Kehadiran-Nya adalah sumber kekuatan yang tak terhingga. Saat air mata mengalir membasahi pipi, saat hati terasa hancur berkeping-keping oleh cobaan, ingatlah bahwa setiap tetes air mata kesabaran adalah saksi bisu keteguhan iman kita di hadapan Rabb semesta alam.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Bukankah kita semua mendambakan surga yang luasnya seluas langit dan bumi? Bukankah kita merindu pada pangkuan rahmat-Nya yang tak terhingga? Ketahuilah, sabar adalah jalan pintas menuju surga. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
"Tidaklah seorang hamba diberikan suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran." (HR. Bukhari dan Muslim).
Bayangkanlah, wahai Saudara seiman, betapa beruntungnya kelak kita dipertemukan dengan Allah dalam keadaan ridha-Nya. Setiap ujian yang kita hadapi dengan sabar, setiap rintangan yang kita lalui dengan tabah, adalah permata berharga yang kelak akan menghiasi derajat kita di sisi-Nya. Sabar dalam menjalankan perintah-Nya, sabar dalam menjauhi larangan-Nya, dan sabar dalam menerima segala taqdir-Nya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Lihatlah para anbiya dan rasul. Mereka adalah teladan kesabaran yang luar biasa. Nabi Ayub 'alaihissalam diuji dengan kehilangan harta, keluarga, dan kesehatannya. Namun, apa yang beliau ucapkan?
أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
"Sungguh, aku telah ditimpa kemudaratan, sedang Engkau adalah yang Maha Penyayang di antara para penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83).
Beliau tidak pernah mengeluh, tidak pernah menyalahkan Allah. Beliau terus berdoa, memohon ampun, dan bersabar. Hingga Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ
"Sesungguhnya Kami mendapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat kembali (kepada Tuhan)." (QS. Shad: 44).
Kisah ini mengingatkan kita, bahwa ujian bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan tanda cinta-Nya. Ujian adalah cara Allah mengangkat derajat kita, membersihkan dosa-dosa kita, dan menguji seberapa dalam cinta kita kepada-Nya. Apakah kita akan berputus asa dan berpaling, ataukah kita akan berpeluk erat dalam dekapan sabar dan keyakinan?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Mari kita tatap ke dalam diri. Berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan yang luput dari perhatian kita? Berapa banyak dosa yang telah kita perbuat tanpa kita sadari? Di saat kita diuji, seringkali kita hanya fokus pada kesulitan yang menimpa. Lupa akan sejuta kebaikan yang masih Allah curahkan. Lupa bahwa di luar sana, ada banyak jiwa yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan.
Marilah kita jadikan musibah sebagai pengingat untuk lebih bersyukur. Jadikan cobaan sebagai sarana untuk lebih mendekat kepada Allah. Perbanyaklah dzikir, perbanyaklah istighfar, perbanyaklah doa.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا، وَلِسَانًا صَادِقًا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ.
"Ya Allah, aku memohon keteguhan dalam urusanku, dan kebulatan tekad dalam menempuh jalan kebenaran. Aku memohon kepada-Mu untuk mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik. Aku memohon kepada-Mu hati yang bersih, dan lisan yang jujur. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan apa yang Engkau ketahui, serta aku memohon karunia-Mu yang agung."
Semoga Allah menganugerahkan kesabaran yang hakiki dalam diri kita. Kesabaran yang membawa kita pada keridhaan-Nya. Kesabaran yang menyelamatkan kita dari adzab-Nya. Kesabaran yang mengantarkan kita menuju surga-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.